Perayaan Valentine Menurut Islam


PENDAHULUAN
                     Perayaan valentine yang bermula dari negara-negara barat, kini semakin menyebar keseluruh penjuru dunia bersamaan dengan misi penyebaran agama Nasrani dan pengaru globalisasi yang membuat pola hidup masyarakat dunia menjadi semakin homogen.Kebanyakan orang menggap  bahwa hari tersebut  adalah hari special untuk mengungkapkan rasa kasih sayang kepada pasangannya yang mayoritas adalah remaja  yang sedang berpacaran.Remaja di Indonesia telah banyak tekenea ghozwul fikri yang telah di buat oleh orang-orang yahudi yaitu dengan memasukan nilai-nilai dan budaya barat yang bertentangan dengan aturan agama islam itu sendiri.Dan seiring dengan masuknya beragam gaya hidup barat ke dunia islam,perayaan hari valentine pun mendapat sambutan hangat,terutama dari kalangan  renaja ABG.Dan akhirnya valentine pun menjadi sebuah budaya bagi kalangan remaja
                     Meski nasihat-nasihat,imbauan-imbauan para ulama,uastadz-ustadzh tentang valentine selalu di dengungkan setiap bulan februari,tapi ternyata masih banyak orang tua para remaja yang masih berpahaman salah tentang valentine’s day.Valentine hanya dianggap sebagai budaya remaja modern saja.Padahal ada bahaya besar dibalik valentine yang siap menerakam para remaja.Ini ynag tida disadaripara orang tua. Tiap bukan februari remaja yang mengaku beragama islam  ikut-ikutn sibuk mempersiapkan perayaan Valentine.
                     Kita ketahuai bahwa valentine bersaldari aqidah paganis (penyembah berhala) kaum romawi yang dilakukan untuk mengungkapkan rasa cinta mereka kepada berhala yang mereka agungkan selain Allah SWT.Artinya barang sipa yang merayakan V-day maka juga merayakan momen tersebut .Padahal Allah telah befirman :
“sesungguhnya orang-orang yang mempersekutukan  (sesuatu dengan )Allah ,maka pasti allah mengharamkan kepadanya surge,an tempatnya ialah neraka.tidaklah ada bagi orang-orang zhalim itu seorang penolongmu.”
                     Karena itulah seorang muslim wajib berhati-hati kepada  sesuatu yang syirik ataupun aktivitas yang menghantarkan kepada kesyirikan sepeti V-day. Tentunya sudah diperingatkan secara tegas oleh Allah dan RasulNya tentang balasan bagi orang yang berbuat syirik, dan sesungguhnya siksa Allah sangatlah pedih dan Allah tidak pernah ingkar janji.
                     Bukan hanya islam saja yang menentang diadakannya perayaan Valentine.Umat Hindu di india menentang hari tersebut dengan alasan perayaan itu kental dengan prinsip liberal konsumerisme ala barat. Selain itu,perayaan tersebut dicurigai sebagai kedok untuk neo-imperlisme dan neo-kolonialisme Barat.
PEMBAHASAN
1.      Islam dan kebudayaan
                     Agama islam adalah agama fitrah bagi manusia, agam hakiki yang murni, terjaga dari kesalahan da tidak berubah-ubah. Ingatlah ayat suci Al-quran yang artinya “Hadapkanlah mukamu kepada agaa yang benar: fitrah tuhan yang telah menjadiakn manuasia atasnya,tidak dapat mangganti kepada makhluk Tuhan. Demikian agama yang benar, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS:Ar-Ruum ;30)
                     Islam memiliki dua aspek,yakni segi agama dan segi kebudayaan.Dengan demikian ada agama islam dan ada kebudayaan islam. Dalam pandangan ilmiah, antara keduanya dapat dibedakan ,tetapi dalam pandangan islam sendiri tidak dapat di pisahkan. Antara yang pertama dan yang kedua membentuk integrasi. Demikian eratnya jalinan integrasinya ,sehingga sering sukar mendudukan suatu perkara, apakahkah agama  atau kebudayaan. Misalnya nikah,talak,rujuk dan waris. Dipandang dari kacamata kebudayaan,perkara-perkara itu masuk kebudayaan. Teteapi ketentuan-ketentuan berasal dari tuhan.
                     Nabi Muhammad SAW telah meninggalkan warisan rohani yang agung, yang telah menaungi dunia dan memberi arah kepada kebudayaan dunia selama dalam beberapa abad yang lalu.Warisan yang telah memberi pengaruh  besar pada masa lampau bahkan terlebih lagi pada masa yang akan datang. Hal ini karena ia telah membawa agama yang benar dan meletakkan dasar kebudayaan satu-satunya yang akan menjamin kebahagiaan dunia ini. Agama dan kebudayaan yang telah dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. kepada umat manusia melalu wahyu Allah SWT.,sudah begitu berpadu sehingga tidak dapat lagi terpisahkan.
                     Kebudayaan sebagai hasil cipta manusia yang didasarkan kepada metode-metode ilmu pengetahuaan dan kemampuan rasio,hal ini sama seperti yang menjadi pegangan kebudayaan barat masa kita sekarang.Namun hubungan antara ketentuan-ketentuan agama dengan dasar kebudayaan itu erat sekali.
                     Kebudayaan islam berbeda sekali dengan kebudayaan barat yang sekarang menguasai dunia. Perbedaan kebudayaan ini,antara yang satu dengan yang lain sebenarnya merupakan hal yang sangat mendasari,yang sampai menyebabkan dasar keduanya itu satu sama lain saling bertolak  belakang. Begitu juga tidak sedikit orang yang ingin menempatkan sejarah umat manusia dari segi agamanya, seni, filsafat, cara berfikir dan pengetahuaannya dengan ukuran ekonomi.Pikiran ini tidak terbatas hanya pada sejarah dan penulisannya,bahkan beberarapa filsafat Barat telah pula membuat pola-pola atas dasar kemanfaatan materi ini semata-mata.Sungguh pun aliran-aliran demikian ini dalam pemikirannya sudah begitu tinggi dengan daya ciptanya yang besar sekali,namun  perkembangan pikiran di Barat itu telah membatasinya pada batas-batas keuntungan materi.
                     Kebudayaan Islam lahir atas dasar yang bertolak belakang dengan dasar kebudayaan Barat. Ia lahir atas dasar rohani yang mengajak manusia supaya pertama sekali dapat menyadari hubungannya dengan alam dan tempatnya dalam alam ini dengan sebaik-baiknya. Kalau kesadaran demikian ini sudah sampai ke batas iman, maka imannya itu mengajaknya supaya ia tetap terus-menerus mendidik dan melatih diri, membersihkan hatinya selalu, mengisi jantung dan pikirannya dengan prinsip-prinsip yang lebih luhur, prinsip-prinsip harga diri, persaudaraan, cinta kasih, kebaikan dan  berbakti. Cara bertahap demikian ini adalah dasar kebudayaan Islam, seperti wahyu yang telah diturunkan kepada Nabi Muhammad, yakni mula-mula kebudayaan rohani, dan sistemkerohanian disini ialah dasar sistem pendidikan serta dasar pola-pola etik (akhlak).
                     Manusia sebagai pelaku kebudayaaan itu sendiri merupakan satu-satunya makhluk Allah yang diberikan karunia dengan akal, maka dengan memiliki kekhususan tersebut manusiapun diberikan kemampuan dalam menganalisis suatu hal dalam kehidupannya. Maka dari itu pada kaitannya manusia tidak mungkin terlepas dari yang namanya sejarah, karena dengan sejarah tersebut manusia dapat belajar dan menganalisis kejadian-kejadian yang terjadi pada masa lalu.
2.      Sejarah Valentine

                     Jika dikelompokan ,ada dua versi mengenai asal muasal Hari Valentine. Peratama,bermula dari perayaa kaum pagan (penyembah berhala) kepada dewa-dewa mereka (dalam hal ini Festifal  Lupercilia di Romawi Kuno dan perayaan hari pernikahan Dewa Zeus dan Hera pada masa Yunani Kuno). Kedua, berasal dari nama  St.Valentine, nama seorang santo dengan beberapa versi.
                     Versi Pertama,Hari Valentine dihubungkan dengan salah satu festival yang kerap diadakan pada masa Romawi kuno, yaitu Festival Lupercillia. Festival Lupercillia adalah perayaan untuk mengharapkan keberkahan kepada Lupercud,Dewa Kesuburan. Pada festival itu, setiap 14 Februari, pendeta tertinggi  pagan  mengumpumlkan para pemuda dan pemudi di kuil pemujaan. Setelah melaksanakan ritual tertentu,para pemuda dan pemudu akhirny menjadi berpasangan dan melewatkan malam 14Februari dengan bergaul secara bebas tanpa ikatan resmi.
                     Setelah pasangan muda-mudi tersbut “melewatkan” malam mereka, esok harinya mereka berkumpul kembali di kuil untuk mengadakan persembahan kepada Dewa Lupercus, sang Dewa Kesuburan, dengan menyembilih dua ekor kambing dan seekor anjing. Selanjutnya. Para pemuda membawakulit kambing yang disembilih itu ke pusat Kota Roma da berkeliling Kota sambil menyentuh gadis-gadis Roma Sebanyak-banyaknya sesaui tradisi.Adapun para pemudinya, mereka berlomba-loma untuk menyentuh kulit kambing yang dibawa para pemuda karena mereka berkeyakinan,menyemtuh kulit kambing akan membuat merka semakin cantik,menarik,dan menjadi wanita yang subur.
                     Versi kedua, perayaan Hari Valentine berdasarkan berdasarkan beberapa peristiwa yang melibatkan seorang pendeta bernama Valentinus. Menurut Ensiklopedia Katolik (Catholic Encyclopedia 1908),nama Valentinus,paling tidak ,bias merujuk kepada tiga martir atau santo (orang suci) yang berbeda  :
·         Seorang pastur di Roma,
·         Seorang uskup Iteramna (modern Terni),
·         Seorang martir di provinsi romawi Afrika
                     Namun, koneksi antara ketiga martir itu dengan hari raya cinta romantic tidak jelas. Bahkan Paus Gelasius I,pada 496M, menyatakan sebenarnya tiddk ada yang diketahui mengenai martir-martir ini,tetapi 14 Februari ditetapkan sebagai hari raya peringatan Santo Valentinus. Ada yang mengataka n bahwa Paus Geasius I sengaja menetapkan hal ini untuk mengungguli Hari Raya Lupercilia yang di rayaka pada 15 Februari.
                     Ada lagi satu cerita tentang St.Valentine. Kisah ini bermula ketika Kaisar Claudius II berambisi mempunyai pasukan perang yang hebat. Untuk memenuhi ambisinya itu, kaisar mengeluarkan perintah untuk meekrut para pemuda  dan melatihnya menjadi pasukan tempur  yang dicita-citakannya. Namun,syarat menjadi militer kerajaan Romawi sangat berar, yaitu para pemuda tersebut dilarang menikah.
                     Tentu saja aturan yang dibuat kaisar memberatkan para pemuda. Namun Kaisar Claudius II mengancam akan memberikan hukuman berat bagi pemuda yang tidak mau bergabung dalam misi kemiliteran tersebut. Akhirnya,dengan berat hati ,para pemuda memenuhi aturan yang telah ditetapkan oleh kerajaan.
                     Aturan yang tidak sesuai dengan fitrah manusia akan menimbukan sikap protes dari rakyat. Hal itu terbukti, ketika dua orang pemuda dan pemudi nekat melanggar aturan kaisar dengan melangsungka pernikahan. Hal yang sangat riskan dan sulit untuk di lakukan,mengingat beratnya hukuman yang akan diberikan ,yaitu hukuman mati,dan belum tentu ada pendeta yang mau menikahkan mereka karena ketakutan yang sama kepada kaisar.
                     Namun, ternyata ada dua penedeta bernama St.Valentine dan St.Marius yang dengan berani menikahkan pasangan muda tersebut dengan resiko dihukum mati. Akhirnya,setelah mendengar acara pernikahan itu, pihak kerajaan menyeret kedua pendeta nekat tersebut kepenjara dan memvonisnya dengn hukuman mati.
Cerita selanjutnya, di dalam penjara, St. Valentine jatuh cinta kepada anak seorang sipir dan cintanya mendapat sambutan dari sang gadis. Setiap hari, anak sipir penjara itu mengunjungi St. Valentin sampai hari si pendeta tersebut di hokum gantung. Sebelum melaksanakan hukumannya , St. Valentine berkirim surat kepada sang kekasih disertai kalimat , “Dengan Cinta, dari Valentine-mu.”
Peristiwa tadi menginspirasi para pasangan di seluruh dunia untuk saling memberikan kartu/pesan kepada pasangannya setiap 14 Februari, hari ketika St.Valentine menghebuskan napas terakhirnya.

3.      Budaya Valentine’s Day Berbaagai Negara
Hari Valentine dirayakan hamper di seluruh dunia dengan memberikan coklat,bungan dan berbagai hadiah lain sebagai lambing cinta pada pasangan. Sama seperti perayaan lainnya, hari kasid saying di rayaka dengan trasdisi yang berbeda-beda di tiap negara.

1.      Slovenia
         Masyarakat di negara ini percaya bahwa setiap tanaman dan bunga akan mulai tumbuh pada hari ini. Hari valentine ini adalah hari pertama masyarakat Slovenia mulai menggarap kebun anggur dan lading mereka.Menurut tradisi dan kepercayaan merekaa, Santo Valentine akan datang pada hari ini, dan membawa kunci kesuburan untuk akar tanaman.Sedangka hari perayaan kasih saying di Slovenia dirayakan setiap tanggal12 Maret
2.      Jepang
         Pada 14 februari ada sebuah tradisi dimana perempuan aka memberikan skotak cokelat kepada pria yang disukainya.Namun jenis cokelat yang diberikan ini tergantung pada status hubungan.Misalnya,kepada atasan,rekan kerja,dan tema pria,merka akan memberikan cokelat jenis giri-choko.Karena giri memiliki arti kewajiban,maka pemberian cokelat ini tidak menandakan hubungan yang romantic.
         Sebaliknya, cokelat yang akan diberikan kepada kekasih,calon pacar,atau suami disebut hinmei-choko.Cokelat ini terasa istimewa karena di buatsendiri oleh perempusn tersebut.Tradisi valentine di jepang tidak berhenti sampai disini.Satu bulan setelah alentine (14 Maret) ,ada white day. Pada tanggal ini pria akan membalas cokelat yang sudah di terimanya.Namun,saat White Day ada aturan yang bernama sanbai gaeshi, yang berarti pria harus mengembalikan hadiah yang diterimanya pling tidak 2-3 kali lipat dari yang diterima. Tidak mengmbalikan hadiah dengan nilai yang sama dianggap sebagai cara untuk mengakhiri hubungan,atau lambang bahwa pria tidak menyukai wanita itu.
3.      Wales
         Berbeda dengan belahan dunia lain,wales merayakan hari kasih saying pada 25 Januari. Tanggal ini juga dienal sebagia hari Dwynwe.  Kisa Santa yang tragis menginpirasi penduduk wales untuk bertukar kado dan hadiah untuk mengekpresikan perasaan terdalam mereka satu sama lain. Secara tradisional, hari kasih saying ini dirayakan dengan memberi hadiah berupa sebuah sendok cinta.
         Dalam sendok kayu ini terdapat ukiran nama mereka pada satu bagian, menghias pegangannya dengan simbol hati atau lonceng. Sendok ini diberikan pria kepada perempuan yang disukainya  sebagai lambing keseriusan dan kemampuan mereka untuk mebiayai kehidupan mereka berdua setelah menikah.
4.      Inggris
         Di dalam valentine, pria dan wanita akan menyematkan empat lembar daun salm disudut-sudut bantal tidur mereka. Mereka juga akan makan telur dan mengganti garam dalam makanan. Cara ini dipercaya mampu belenggu cinta dalam diri mereka. Para perempuan percaya bahwa tradisi tersebut akan membuat mereka bermimpi tentang suami di masa depan.
         Keesokan harinya mereka akan menulis nama kekasih atau beberapa pria yang disukai dalam secarik kertas dan menyimpannya dalam gentong tanah liat yang terpisah. Gentong ini kemudian dihanyutkan dalam aliran air dan ditunggu beberapa saat sampai kembali kepada mereka. Nama pria yang akan kembali dipercayaii akan menjadi pasangan mereka.
5.      Kore Selatan
         Tradasi valentine di korea mirip dengan tradisi di jepang. Para perempuan akan memberi cokelat kepada pria  yang disukai pada 14 Februari. Bedanya masyarakat korea pada tanggal 14 april memiliki tradisi Black Day. Pada Hari, pria yang tidak menerima apapun saat hari valentine akan pergi kesebua restoran China untuk makan mie (jajangmyeon) sebagai lambing duka cita karena masih lajang.

4.      Masuknya Budaya Valentine di Kaum Muslim
                     Bila kita cermati kaum muslimin ikut merayakan Valentine’s Day,karena minimnya pemahaman umat Islam tentang hakikat hari tersebut.Muslim-muslimah banyak yang tidak faham latar belakang dan sejarah munculnya Valentine’s Day yang notabane bukan dari islam. Di sisi Lain pemahaman mereka terhadap ajaran islam sendiri jugaa sangat lemah. Aqidah yang tidak menancap kuat dan ketidaktahuan akan hukum-hukum syariat islam terkait dengan perbuatan,membuat umat islam begitu bodoh dan mudah tertipu. Sehingga begitu muncul produk atau aktivitas-aktivitas baru yang sebetulnya bertentangan dengan islam,mereka tidak memiliki kemampuan menyaring ,memilah atau membandingkan,apakah ini halal atau haram,boleh atau tidak. Akhirnya, tanpa mereka sadari mereka mengikuti saja arus yang mengalir di masyarakat.
                     Selain itu pola pendidikan yang tidak sesuai aturan agama menyebabkan anak mudah dipengaruhi oleh lingkungan yang kebanyakan melanggar norma-norma adat dan agama itu sendiri. Lengkaplah sudah dorongan bagi mereka untuk terjerumus kedalam lemba kesalahan. Semua itu dilakukan dengan dalih moderenitas,trendy dan gaul. Batasan halal-haram dan norma-norma agama dicampakan begitu saja. Itulah potret umat masa kini yang begitu memprihatinkan.

5.      Larangan Islam Mengenai Valentine Day
                     “Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu : ‘jika kamu mempersekutukan(Allah), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi. Karena itu, maka hendaklah Allah saja yang kamu sembah dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur’: (Az-Zuma ; 65-66)
                     Bagi kaum muslim, hari raya yang mereka miliki hanyalah dua yakni Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Idul Adha. Disitulah kaum muslim memiliki serangkaian aktivitas ibadah, dan ritual sesuai dengan yang telah digariskan oleh Islam. Tentu tidak ada dalam ajaran Islam hari raya selain kedua hal tadi, maka begitu juga V-Day.
Ia sama sekali tidak berhubungan dengan kaum muslimin dan tidak pantas untuk dirayakan kecuali memang ada tuntunan dari Rasulullah bahwa ada keharusan untuk melaksanakan dan merayakan V-Day.
Ada suatu kaidah fiqh yang ma’ruf dikalangan para ulama besar : “Hukum asal ibadah adalah haram (sampai adanya dalil).” Artinya segala macam aktivitas ritual di dalam Islam seperti shalat, zakat, puasa, dan lain sebagainya adalah haram awalnya hingga dalil memerintahkannya.
Sedangkan V-Day sampai sekarang tidak pernah kita temukan dalil dan korelasi aktivitasnya dengan ibadah yang harus dilakukan oleh seorang muslim. Karena itu haram hukumnya untuk melakukan perayaan V-Day.
Para ahli sejarah banyak yang memperselisihkan akan dasar awal mula peringatan V-Day ini. Bahkan keterkaitan St. Valentine pun diperselisihkan, termasuk sebab dan kisahnya. Ada pula yang menganggapnya tidak pernah terjadi, hal ini membuat kaum nasrani tidak mengakui perayaan paganis yang mereka tiru dari bangsa Romawi paganis.Para pemuka Nasrani telah menentang perayaan ini karena menyebabkan timbulnya kerusakan akhlak pemuda dan pemudi akibat aktivitas-aktivitas dalam perayaan V-Day ini. Hingga kemudian dilaranglah perayaannya di Italia, pusat Katholik. Lalu kemudian perayaan ini muncul kembali dan tersebar di Eropa, berlanjut menular pada negeri-negeri kaum muslimin.
                     Bila para pemuka Nasrani –pada masa mereka- saja telah mengingkari adanya budaya perayaan V-Day ini, maka tentu para ulama kaum muslimin dan para cendekiawannya wajib menerangkan hakikatnya dan hukum merayakannya kepada kaum muslimin secara luas.Sebagaimana wajib bagi kaum muslimin untuk mengingkari dan mengharamkan serta tidak menerima budaya jahiliah ini.
                     Sesungguhnya V-Day atau Hari Kasih Sayang adalah sebuah kedok untuk legalnya aktivitas free seks dan aktivitas-aktivitas maksiat lainnya.Sebelumnya telah disampaikan bagaimana momen ini dijadikan sebagai sebuah pembenaran atas nama cinta untuk melakukan aktivitas zina dan free seks.
Di sisi lain, budaya ini juga adalah sebuah budaya rusak yang bertujuan untuk menghancurkan generasi pemuda kaum muslim hingga mereka menjadi tukang pesta dan ahli maksiat sehingga perubahan-perubahan besar yang seharusnya bisa mereka bawa demi membangkitkat umat tidak akan pernah terjadi. Padahal Allah berfirman :
“Dan janganlaah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isra : 32)
                     Inilah beberapa alasan mengapa sebagai seorang muslim wajib menolak perayaan V-Day. Tentunya selain karena tidak adanya ajaran di dalam Islam mengenai perayaan hari ini, dan sikap yang tegas dari hukum Islam yang mengharamkan hal ini sebagai alasan utama.
Juga alasan lain berupa fakta kerusakan yang ditimbulkan dari dilaksanakannya Valentine ini. Merebaknya free seks, zina, HIV/AIDS, dan kerusakan-kerusakan lainnya.
                     V-Day sesungguhnya bukanlah hari pembuktian cinta, atau hari kasih sayang karena justru pada hari ini lah kebanyakan manusia yang mengatakan mereka melakukan aktivitas seperti free seks, zina, dan lainnya atas nama cinta, sedang menodai arti cinta itu sendiri.Bagaimana mungkin cinta diartikan hanya sebuah pemuasan nafsu belaka? Pemenuhan kebutuhan biologis saja? Dan bagaimana mungkin atas nama cinta semuanya boleh dan legal untuk dilakukan.
                     “Valentine” sebenarnya berasal dari bahasa Latin yang berarti: “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa”. Kata ini ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi. (Dari berbagai sumber).Oleh karena itu disadari atau tidak, jika kita meminta orang menjadi “To be my valentine (Jadilah valentineku)”, berarti sama dengan kita meminta orang menjadi “Sang Maha Kuasa”. Jelas perbuatan ini merupakan kesyirikan yang besar, menyamakan makhluk dengan Sang Khalik, menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala.

                      Telah kemukakan di awal bahwa hari valentine jelas-jelas adalah perayaan nashrani, bahkan semula adalah ritual paganisme.  Oleh karena itu, mengucapkan selamat hari kasih sayang atau ucapan selamat dalam hari raya orang kafir lainnya adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan kesepakatan para ulama (baca: ijma’ kaum muslimin), sebagaimana hal ini dikemukakan oleh Ibnul Qoyyim rahimahullah dalam kitabnya Ahkamu Ahlidz Dzimmah (1/441, Asy Syamilah). Beliau rahimahullah mengatakan, “Adapun memberi ucapan selamat pada syi’ar-syi’ar kekufuran yang khusus bagi orang-orang kafir (seperti mengucapkan selamat natal atau selamat hari valentine, ) adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan ijma’ (kesepakatan) kaum muslimin.

Kesimpulan
                     Manusia sebagai makhluk social tentu akan slalu bersinggungan dengan adat dan budaya yang berbeda. Akulturasi budaya merupakan sesuatu yang biasa  terjadi dalam kehidupan masyarakat.Islam sebagai agama yang sempurnadan di ridhai Allah Swt. Pada dasarnya tidak melarang umatnya mengadopsi tata cara atau kebiasaan suatu kaum,selama tidak bertentangan dengan ketauhidan dan syariat islam
                     Namun dilihat dari beberapa pembahasan diatas, bahwa sudah sangat jelas Valentine bukan lah kebudayaan dari islam, dan sangat bertentangan dengan aturan-aturan islam. Dari sejarah, dan kebiasaan orang-orang yang mmerayakan valentine pun sudah sangat jauh sekali dari islam. Selaku umat isla, sudah seharusnya kita berhati-hati dalam mengadopsi tata cara dan kebiasaan umat lain,apalagi setelah diketahui bahwa adat dan budaya tersebut membawa misi untuk memalingkan manusia dari Rabb-nya.


Daftar Pustaka
http://m.kompas.com/female/read/2013/02/14/09385418/Tradisi.Valentine.di.Berbagai
Adrie ,Luki,Gema, 50 Misteri Dunia Menurut Al-quran,Bandung : Mizan Media Utama,2014
Tri Satyo, Drs.Joko, dkk, Ilmu Budaya Dasar,Rineka Cipta

Komentar

Postingan Populer