Perayaan Valentine Menurut Islam
PENDAHULUAN
Perayaan
valentine yang bermula dari negara-negara barat, kini semakin menyebar
keseluruh penjuru dunia bersamaan dengan misi penyebaran agama Nasrani dan
pengaru globalisasi yang membuat pola hidup masyarakat dunia menjadi semakin
homogen.Kebanyakan orang menggap bahwa
hari tersebut adalah hari special untuk
mengungkapkan rasa kasih sayang kepada pasangannya yang mayoritas adalah
remaja yang sedang berpacaran.Remaja di
Indonesia telah banyak tekenea ghozwul fikri yang telah di buat oleh orang-orang
yahudi yaitu dengan memasukan nilai-nilai dan budaya barat yang bertentangan
dengan aturan agama islam itu sendiri.Dan seiring dengan masuknya beragam gaya
hidup barat ke dunia islam,perayaan hari valentine pun mendapat sambutan
hangat,terutama dari kalangan renaja
ABG.Dan akhirnya valentine pun menjadi sebuah budaya bagi kalangan remaja
Meski
nasihat-nasihat,imbauan-imbauan para ulama,uastadz-ustadzh tentang valentine
selalu di dengungkan setiap bulan februari,tapi ternyata masih banyak orang tua
para remaja yang masih berpahaman salah tentang valentine’s day.Valentine hanya
dianggap sebagai budaya remaja modern saja.Padahal ada bahaya besar dibalik
valentine yang siap menerakam para remaja.Ini ynag tida disadaripara orang tua.
Tiap bukan februari remaja yang mengaku beragama islam ikut-ikutn sibuk mempersiapkan perayaan
Valentine.
Kita
ketahuai bahwa valentine bersaldari aqidah paganis (penyembah berhala) kaum
romawi yang dilakukan untuk mengungkapkan rasa cinta mereka kepada berhala yang
mereka agungkan selain Allah SWT.Artinya barang sipa yang merayakan V-day maka
juga merayakan momen tersebut .Padahal Allah telah befirman :
“sesungguhnya
orang-orang yang mempersekutukan
(sesuatu dengan )Allah ,maka pasti allah mengharamkan kepadanya surge,an
tempatnya ialah neraka.tidaklah ada bagi orang-orang zhalim itu seorang
penolongmu.”
Karena
itulah seorang muslim wajib berhati-hati kepada
sesuatu yang syirik ataupun aktivitas yang menghantarkan kepada
kesyirikan sepeti V-day. Tentunya sudah diperingatkan
secara tegas oleh Allah dan RasulNya tentang balasan bagi orang yang berbuat
syirik, dan sesungguhnya siksa Allah sangatlah pedih dan Allah tidak pernah
ingkar janji.
Bukan
hanya islam saja yang menentang diadakannya perayaan Valentine.Umat Hindu di
india menentang hari tersebut dengan alasan perayaan itu kental dengan prinsip
liberal konsumerisme ala barat. Selain itu,perayaan tersebut dicurigai sebagai
kedok untuk neo-imperlisme dan neo-kolonialisme Barat.
PEMBAHASAN
1.
Islam
dan kebudayaan
Agama islam adalah agama
fitrah bagi manusia, agam hakiki yang murni, terjaga dari kesalahan da tidak
berubah-ubah. Ingatlah ayat suci Al-quran yang artinya “Hadapkanlah mukamu kepada agaa yang benar: fitrah tuhan yang telah
menjadiakn manuasia atasnya,tidak dapat mangganti kepada makhluk Tuhan.
Demikian agama yang benar, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS:Ar-Ruum
;30)
Islam memiliki dua
aspek,yakni segi agama dan segi kebudayaan.Dengan demikian ada agama islam dan
ada kebudayaan islam. Dalam pandangan ilmiah, antara keduanya dapat dibedakan
,tetapi dalam pandangan islam sendiri tidak dapat di pisahkan. Antara yang
pertama dan yang kedua membentuk integrasi. Demikian eratnya jalinan
integrasinya ,sehingga sering sukar mendudukan suatu perkara, apakahkah
agama atau kebudayaan. Misalnya
nikah,talak,rujuk dan waris. Dipandang dari kacamata kebudayaan,perkara-perkara
itu masuk kebudayaan. Teteapi ketentuan-ketentuan berasal dari tuhan.
Nabi
Muhammad SAW telah meninggalkan warisan rohani yang agung, yang telah menaungi
dunia dan memberi arah kepada kebudayaan dunia selama dalam beberapa abad yang
lalu.Warisan yang telah memberi pengaruh besar pada masa lampau bahkan
terlebih lagi pada masa yang akan datang. Hal ini karena ia telah membawa agama
yang benar dan meletakkan dasar kebudayaan satu-satunya yang akan menjamin
kebahagiaan dunia ini. Agama dan kebudayaan yang telah dibawa oleh Nabi
Muhammad SAW. kepada umat manusia melalu wahyu Allah SWT.,sudah begitu berpadu
sehingga tidak dapat lagi terpisahkan.
Kebudayaan
sebagai hasil cipta manusia yang didasarkan kepada metode-metode ilmu
pengetahuaan dan kemampuan rasio,hal ini sama seperti yang menjadi pegangan
kebudayaan barat masa kita sekarang.Namun hubungan antara ketentuan-ketentuan
agama dengan dasar kebudayaan itu erat sekali.
Kebudayaan
islam berbeda sekali dengan kebudayaan barat yang sekarang menguasai dunia.
Perbedaan kebudayaan ini,antara yang satu dengan yang lain sebenarnya merupakan
hal yang sangat mendasari,yang sampai menyebabkan dasar keduanya itu satu sama
lain saling bertolak belakang. Begitu juga tidak sedikit orang yang ingin
menempatkan sejarah umat manusia dari segi agamanya, seni, filsafat, cara
berfikir dan pengetahuaannya dengan ukuran ekonomi.Pikiran ini tidak terbatas
hanya pada sejarah dan penulisannya,bahkan beberarapa filsafat Barat telah pula
membuat pola-pola atas dasar kemanfaatan materi ini semata-mata.Sungguh pun
aliran-aliran demikian ini dalam pemikirannya sudah begitu tinggi dengan daya
ciptanya yang besar sekali,namun perkembangan pikiran di Barat itu telah
membatasinya pada batas-batas keuntungan materi.
Kebudayaan
Islam lahir atas dasar yang bertolak belakang dengan dasar kebudayaan Barat. Ia
lahir atas dasar rohani yang mengajak manusia supaya pertama sekali dapat
menyadari hubungannya dengan alam dan tempatnya dalam alam ini dengan
sebaik-baiknya. Kalau kesadaran demikian ini sudah sampai ke batas iman, maka
imannya itu mengajaknya supaya ia tetap terus-menerus mendidik dan melatih
diri, membersihkan hatinya selalu, mengisi jantung dan pikirannya dengan
prinsip-prinsip yang lebih luhur, prinsip-prinsip harga diri, persaudaraan,
cinta kasih, kebaikan dan berbakti. Cara bertahap demikian ini adalah dasar
kebudayaan Islam, seperti wahyu yang telah diturunkan kepada Nabi Muhammad,
yakni mula-mula kebudayaan rohani, dan sistemkerohanian disini ialah dasar
sistem pendidikan serta dasar pola-pola etik (akhlak).
Manusia
sebagai pelaku kebudayaaan itu sendiri merupakan satu-satunya makhluk Allah
yang diberikan karunia dengan akal, maka dengan memiliki kekhususan tersebut
manusiapun diberikan kemampuan dalam menganalisis suatu hal dalam kehidupannya.
Maka dari itu pada kaitannya manusia tidak mungkin terlepas dari yang namanya
sejarah, karena dengan sejarah tersebut manusia dapat belajar dan menganalisis
kejadian-kejadian yang terjadi pada masa lalu.
2. Sejarah Valentine
Jika dikelompokan ,ada dua
versi mengenai asal muasal Hari Valentine. Peratama,bermula
dari perayaa kaum pagan (penyembah berhala) kepada dewa-dewa mereka (dalam hal
ini Festifal Lupercilia di Romawi Kuno
dan perayaan hari pernikahan Dewa Zeus dan Hera pada masa Yunani Kuno). Kedua, berasal dari nama St.Valentine, nama seorang santo dengan
beberapa versi.
Versi Pertama,Hari Valentine dihubungkan dengan salah satu festival
yang kerap diadakan pada masa Romawi kuno, yaitu Festival Lupercillia. Festival
Lupercillia adalah perayaan untuk mengharapkan keberkahan kepada Lupercud,Dewa
Kesuburan. Pada festival itu, setiap 14 Februari, pendeta tertinggi pagan
mengumpumlkan para pemuda dan pemudi di kuil pemujaan. Setelah
melaksanakan ritual tertentu,para pemuda dan pemudu akhirny menjadi berpasangan
dan melewatkan malam 14Februari dengan bergaul secara bebas tanpa ikatan resmi.
Setelah
pasangan muda-mudi tersbut “melewatkan” malam mereka, esok harinya mereka
berkumpul kembali di kuil untuk mengadakan persembahan kepada Dewa Lupercus,
sang Dewa Kesuburan, dengan menyembilih dua ekor kambing dan seekor anjing.
Selanjutnya. Para pemuda membawakulit kambing yang disembilih itu ke pusat Kota
Roma da berkeliling Kota sambil menyentuh gadis-gadis Roma Sebanyak-banyaknya
sesaui tradisi.Adapun para pemudinya, mereka berlomba-loma untuk menyentuh
kulit kambing yang dibawa para pemuda karena mereka berkeyakinan,menyemtuh
kulit kambing akan membuat merka semakin cantik,menarik,dan menjadi wanita yang
subur.
Versi kedua, perayaan Hari Valentine berdasarkan berdasarkan
beberapa peristiwa yang melibatkan seorang pendeta bernama Valentinus. Menurut
Ensiklopedia Katolik (Catholic Encyclopedia 1908),nama Valentinus,paling tidak
,bias merujuk kepada tiga martir atau santo (orang suci) yang berbeda :
·
Seorang pastur di Roma,
·
Seorang uskup Iteramna (modern Terni),
·
Seorang martir di provinsi romawi Afrika
Namun,
koneksi antara ketiga martir itu dengan hari raya cinta romantic tidak jelas.
Bahkan Paus Gelasius I,pada 496M, menyatakan sebenarnya tiddk ada yang
diketahui mengenai martir-martir ini,tetapi 14 Februari ditetapkan sebagai hari
raya peringatan Santo Valentinus. Ada yang mengataka n bahwa Paus Geasius I
sengaja menetapkan hal ini untuk mengungguli Hari Raya Lupercilia yang di
rayaka pada 15 Februari.
Ada
lagi satu cerita tentang St.Valentine. Kisah ini bermula ketika Kaisar Claudius
II berambisi mempunyai pasukan perang yang hebat. Untuk memenuhi ambisinya itu,
kaisar mengeluarkan perintah untuk meekrut para pemuda dan melatihnya menjadi pasukan tempur yang dicita-citakannya. Namun,syarat menjadi
militer kerajaan Romawi sangat berar, yaitu para pemuda tersebut dilarang
menikah.
Tentu
saja aturan yang dibuat kaisar memberatkan para pemuda. Namun Kaisar Claudius
II mengancam akan memberikan hukuman berat bagi pemuda yang tidak mau bergabung
dalam misi kemiliteran tersebut. Akhirnya,dengan berat hati ,para pemuda memenuhi
aturan yang telah ditetapkan oleh kerajaan.
Aturan
yang tidak sesuai dengan fitrah manusia akan menimbukan sikap protes dari
rakyat. Hal itu terbukti, ketika dua orang pemuda dan pemudi nekat melanggar
aturan kaisar dengan melangsungka pernikahan. Hal yang sangat riskan dan sulit untuk
di lakukan,mengingat beratnya hukuman yang akan diberikan ,yaitu hukuman
mati,dan belum tentu ada pendeta yang mau menikahkan mereka karena ketakutan
yang sama kepada kaisar.
Namun,
ternyata ada dua penedeta bernama St.Valentine dan St.Marius yang dengan berani
menikahkan pasangan muda tersebut dengan resiko dihukum mati. Akhirnya,setelah
mendengar acara pernikahan itu, pihak kerajaan menyeret kedua pendeta nekat
tersebut kepenjara dan memvonisnya dengn hukuman mati.
Cerita selanjutnya, di dalam
penjara, St. Valentine jatuh cinta kepada anak seorang sipir dan cintanya
mendapat sambutan dari sang gadis. Setiap hari, anak sipir penjara itu
mengunjungi St. Valentin sampai hari si pendeta tersebut di hokum gantung.
Sebelum melaksanakan hukumannya , St. Valentine berkirim surat kepada sang
kekasih disertai kalimat , “Dengan Cinta, dari Valentine-mu.”
Peristiwa tadi menginspirasi para
pasangan di seluruh dunia untuk saling memberikan kartu/pesan kepada
pasangannya setiap 14 Februari, hari ketika St.Valentine menghebuskan napas
terakhirnya.
3.
Budaya
Valentine’s Day Berbaagai Negara
Hari
Valentine dirayakan hamper di seluruh dunia dengan memberikan coklat,bungan dan
berbagai hadiah lain sebagai lambing cinta pada pasangan. Sama seperti perayaan
lainnya, hari kasid saying di rayaka dengan trasdisi yang berbeda-beda di tiap
negara.
1. Slovenia
Masyarakat di negara ini percaya bahwa
setiap tanaman dan bunga akan mulai tumbuh pada hari ini. Hari valentine ini
adalah hari pertama masyarakat Slovenia mulai menggarap kebun anggur dan lading
mereka.Menurut tradisi dan kepercayaan merekaa, Santo Valentine akan datang
pada hari ini, dan membawa kunci kesuburan untuk akar tanaman.Sedangka hari
perayaan kasih saying di Slovenia dirayakan setiap tanggal12 Maret
2. Jepang
Pada 14 februari ada sebuah tradisi
dimana perempuan aka memberikan skotak cokelat kepada pria yang
disukainya.Namun jenis cokelat yang diberikan ini tergantung pada status hubungan.Misalnya,kepada
atasan,rekan kerja,dan tema pria,merka akan memberikan cokelat jenis
giri-choko.Karena giri memiliki arti kewajiban,maka pemberian cokelat ini tidak
menandakan hubungan yang romantic.
Sebaliknya, cokelat yang akan diberikan
kepada kekasih,calon pacar,atau suami disebut hinmei-choko.Cokelat ini terasa
istimewa karena di buatsendiri oleh perempusn tersebut.Tradisi valentine di
jepang tidak berhenti sampai disini.Satu bulan setelah alentine (14 Maret) ,ada
white day. Pada tanggal ini pria akan membalas cokelat yang sudah di terimanya.Namun,saat
White Day ada aturan yang bernama sanbai gaeshi, yang berarti pria harus
mengembalikan hadiah yang diterimanya pling tidak 2-3 kali lipat dari yang
diterima. Tidak mengmbalikan hadiah dengan nilai yang sama dianggap sebagai
cara untuk mengakhiri hubungan,atau lambang bahwa pria tidak menyukai wanita
itu.
3. Wales
Berbeda dengan belahan dunia lain,wales
merayakan hari kasih saying pada 25 Januari. Tanggal ini juga dienal sebagia
hari Dwynwe. Kisa Santa yang tragis
menginpirasi penduduk wales untuk bertukar kado dan hadiah untuk mengekpresikan
perasaan terdalam mereka satu sama lain. Secara tradisional, hari kasih saying ini
dirayakan dengan memberi hadiah berupa sebuah sendok cinta.
Dalam sendok kayu ini terdapat ukiran
nama mereka pada satu bagian, menghias pegangannya dengan simbol hati atau
lonceng. Sendok ini diberikan pria kepada perempuan yang disukainya sebagai lambing keseriusan dan kemampuan
mereka untuk mebiayai kehidupan mereka berdua setelah menikah.
4. Inggris
Di dalam valentine, pria dan wanita
akan menyematkan empat lembar daun salm disudut-sudut bantal tidur mereka.
Mereka juga akan makan telur dan mengganti garam dalam makanan. Cara ini
dipercaya mampu belenggu cinta dalam diri mereka. Para perempuan percaya bahwa
tradisi tersebut akan membuat mereka bermimpi tentang suami di masa depan.
Keesokan harinya mereka akan menulis
nama kekasih atau beberapa pria yang disukai dalam secarik kertas dan
menyimpannya dalam gentong tanah liat yang terpisah. Gentong ini kemudian
dihanyutkan dalam aliran air dan ditunggu beberapa saat sampai kembali kepada
mereka. Nama pria yang akan kembali dipercayaii akan menjadi pasangan mereka.
5. Kore
Selatan
Tradasi valentine di korea mirip dengan
tradisi di jepang. Para perempuan akan memberi cokelat kepada pria yang disukai pada 14 Februari. Bedanya
masyarakat korea pada tanggal 14 april memiliki tradisi Black Day. Pada Hari,
pria yang tidak menerima apapun saat hari valentine akan pergi kesebua restoran
China untuk makan mie (jajangmyeon) sebagai lambing duka cita karena masih
lajang.
4. Masuknya Budaya Valentine di Kaum
Muslim
Bila
kita cermati kaum muslimin ikut merayakan Valentine’s Day,karena minimnya
pemahaman umat Islam tentang hakikat hari tersebut.Muslim-muslimah banyak yang
tidak faham latar belakang dan sejarah munculnya Valentine’s Day yang notabane
bukan dari islam. Di sisi Lain pemahaman mereka terhadap ajaran islam sendiri
jugaa sangat lemah. Aqidah yang tidak menancap kuat dan ketidaktahuan akan hukum-hukum
syariat islam terkait dengan perbuatan,membuat umat islam begitu bodoh dan
mudah tertipu. Sehingga begitu muncul produk atau aktivitas-aktivitas baru yang
sebetulnya bertentangan dengan islam,mereka tidak memiliki kemampuan menyaring
,memilah atau membandingkan,apakah ini halal atau haram,boleh atau tidak.
Akhirnya, tanpa mereka sadari mereka mengikuti saja arus yang mengalir di
masyarakat.
Selain itu pola pendidikan yang tidak sesuai
aturan agama menyebabkan anak mudah dipengaruhi oleh lingkungan yang kebanyakan
melanggar norma-norma adat dan agama itu sendiri. Lengkaplah sudah dorongan
bagi mereka untuk terjerumus kedalam lemba kesalahan. Semua itu dilakukan
dengan dalih moderenitas,trendy dan gaul. Batasan halal-haram dan norma-norma
agama dicampakan begitu saja. Itulah potret umat masa kini yang begitu
memprihatinkan.
5. Larangan Islam Mengenai Valentine
Day
“Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu
dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu : ‘jika kamu mempersekutukan(Allah),
niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang
merugi. Karena itu, maka hendaklah Allah saja yang kamu sembah dan hendaklah
kamu termasuk orang-orang yang bersyukur’: (Az-Zuma ; 65-66)
Bagi kaum muslim, hari raya yang mereka miliki
hanyalah dua yakni Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Idul Adha.
Disitulah kaum muslim memiliki serangkaian aktivitas ibadah, dan ritual sesuai
dengan yang telah digariskan oleh Islam. Tentu tidak ada dalam ajaran Islam
hari raya selain kedua hal tadi, maka begitu juga V-Day.
Ia sama sekali tidak
berhubungan dengan kaum muslimin dan tidak pantas untuk dirayakan kecuali
memang ada tuntunan dari Rasulullah bahwa ada keharusan untuk melaksanakan dan
merayakan V-Day.
Ada suatu kaidah fiqh
yang ma’ruf dikalangan para ulama besar : “Hukum asal ibadah adalah haram
(sampai adanya dalil).” Artinya segala macam aktivitas ritual di dalam
Islam seperti shalat, zakat, puasa, dan lain sebagainya adalah haram awalnya
hingga dalil memerintahkannya.
Sedangkan V-Day sampai
sekarang tidak pernah kita temukan dalil dan korelasi aktivitasnya dengan
ibadah yang harus dilakukan oleh seorang muslim. Karena itu haram hukumnya
untuk melakukan perayaan V-Day.
Para ahli sejarah banyak yang memperselisihkan akan
dasar awal mula peringatan V-Day ini. Bahkan keterkaitan St.
Valentine pun diperselisihkan, termasuk sebab dan kisahnya. Ada pula yang
menganggapnya tidak pernah terjadi, hal ini membuat kaum nasrani tidak mengakui
perayaan paganis yang mereka tiru dari bangsa Romawi paganis.Para pemuka Nasrani
telah menentang perayaan ini karena menyebabkan timbulnya kerusakan akhlak
pemuda dan pemudi akibat aktivitas-aktivitas dalam perayaan V-Day ini. Hingga
kemudian dilaranglah perayaannya di Italia, pusat Katholik. Lalu kemudian
perayaan ini muncul kembali dan tersebar di Eropa, berlanjut menular pada
negeri-negeri kaum muslimin.
Bila para pemuka Nasrani
–pada masa mereka- saja telah mengingkari adanya budaya perayaan V-Day ini,
maka tentu para ulama kaum muslimin dan para cendekiawannya wajib menerangkan
hakikatnya dan hukum merayakannya kepada kaum muslimin secara luas.Sebagaimana
wajib bagi kaum muslimin untuk mengingkari dan mengharamkan serta tidak
menerima budaya jahiliah ini.
Sesungguhnya
V-Day atau Hari Kasih Sayang adalah sebuah kedok untuk legalnya aktivitas free
seks dan aktivitas-aktivitas maksiat lainnya.Sebelumnya telah
disampaikan bagaimana momen ini dijadikan sebagai sebuah pembenaran atas nama
cinta untuk melakukan aktivitas zina dan free seks.
Di sisi lain, budaya ini
juga adalah sebuah budaya rusak yang bertujuan untuk menghancurkan generasi
pemuda kaum muslim hingga mereka menjadi tukang pesta dan ahli maksiat sehingga
perubahan-perubahan besar yang seharusnya bisa mereka bawa demi membangkitkat
umat tidak akan pernah terjadi. Padahal Allah berfirman :
“Dan janganlaah kamu
mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan
suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isra : 32)
Inilah beberapa alasan
mengapa sebagai seorang muslim wajib menolak perayaan V-Day. Tentunya selain
karena tidak adanya ajaran di dalam Islam mengenai perayaan hari ini, dan sikap
yang tegas dari hukum Islam yang mengharamkan hal ini sebagai alasan utama.
Juga alasan lain berupa
fakta kerusakan yang ditimbulkan dari dilaksanakannya Valentine ini. Merebaknya
free seks, zina, HIV/AIDS, dan kerusakan-kerusakan lainnya.
V-Day sesungguhnya bukanlah
hari pembuktian cinta, atau hari kasih sayang karena justru pada hari ini lah
kebanyakan manusia yang mengatakan mereka melakukan aktivitas seperti free seks,
zina, dan lainnya atas nama cinta, sedang menodai arti cinta itu sendiri.Bagaimana
mungkin cinta diartikan hanya sebuah pemuasan nafsu belaka? Pemenuhan kebutuhan
biologis saja? Dan bagaimana mungkin atas nama cinta semuanya boleh dan legal
untuk dilakukan.
“Valentine” sebenarnya
berasal dari bahasa Latin yang berarti: “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat
dan Yang Maha Kuasa”. Kata ini ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus,
tuhan orang Romawi. (Dari berbagai sumber).Oleh karena itu disadari atau tidak,
jika kita meminta orang menjadi “To be my valentine (Jadilah
valentineku)”, berarti sama dengan kita meminta orang menjadi “Sang Maha
Kuasa”. Jelas perbuatan ini merupakan kesyirikan yang besar, menyamakan
makhluk dengan Sang Khalik, menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala.
Telah kemukakan di awal bahwa hari valentine jelas-jelas adalah perayaan nashrani, bahkan semula adalah ritual paganisme. Oleh karena itu, mengucapkan selamat hari kasih sayang atau ucapan selamat dalam hari raya orang kafir lainnya adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan kesepakatan para ulama (baca: ijma’ kaum muslimin), sebagaimana hal ini dikemukakan oleh Ibnul Qoyyim rahimahullah dalam kitabnya Ahkamu Ahlidz Dzimmah (1/441, Asy Syamilah). Beliau rahimahullah mengatakan, “Adapun memberi ucapan selamat pada syi’ar-syi’ar kekufuran yang khusus bagi orang-orang kafir (seperti mengucapkan selamat natal atau selamat hari valentine, ) adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan ijma’ (kesepakatan) kaum muslimin.
Kesimpulan
Telah kemukakan di awal bahwa hari valentine jelas-jelas adalah perayaan nashrani, bahkan semula adalah ritual paganisme. Oleh karena itu, mengucapkan selamat hari kasih sayang atau ucapan selamat dalam hari raya orang kafir lainnya adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan kesepakatan para ulama (baca: ijma’ kaum muslimin), sebagaimana hal ini dikemukakan oleh Ibnul Qoyyim rahimahullah dalam kitabnya Ahkamu Ahlidz Dzimmah (1/441, Asy Syamilah). Beliau rahimahullah mengatakan, “Adapun memberi ucapan selamat pada syi’ar-syi’ar kekufuran yang khusus bagi orang-orang kafir (seperti mengucapkan selamat natal atau selamat hari valentine, ) adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan ijma’ (kesepakatan) kaum muslimin.
Kesimpulan
Manusia sebagai makhluk
social tentu akan slalu bersinggungan dengan adat dan budaya yang berbeda.
Akulturasi budaya merupakan sesuatu yang biasa
terjadi dalam kehidupan masyarakat.Islam sebagai agama yang sempurnadan
di ridhai Allah Swt. Pada dasarnya tidak melarang umatnya mengadopsi tata cara atau
kebiasaan suatu kaum,selama tidak bertentangan dengan ketauhidan dan syariat
islam
Namun
dilihat dari beberapa pembahasan diatas, bahwa sudah sangat jelas Valentine
bukan lah kebudayaan dari islam, dan sangat bertentangan dengan aturan-aturan
islam. Dari sejarah, dan kebiasaan orang-orang yang mmerayakan valentine pun
sudah sangat jauh sekali dari islam. Selaku umat isla, sudah seharusnya kita
berhati-hati dalam mengadopsi tata cara dan kebiasaan umat lain,apalagi setelah
diketahui bahwa adat dan budaya tersebut membawa misi untuk memalingkan manusia
dari Rabb-nya.
Daftar Pustaka
http://m.kompas.com/female/read/2013/02/14/09385418/Tradisi.Valentine.di.Berbagai
Adrie ,Luki,Gema, 50 Misteri Dunia Menurut Al-quran,Bandung
: Mizan Media Utama,2014
Tri Satyo,
Drs.Joko, dkk, Ilmu Budaya Dasar,Rineka
Cipta

Komentar
Posting Komentar